Kader JKN: Sehati Melayani dengan Hati

Tulisan ini dibuat oleh dr. Lenny F. Hae, Kepala Puskesmas Klasaman Kota Sorong. Puskesmas Klasaman sudah terakreditasi Madya dan telah menjalankan Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBK) serta menjadi lokus Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK). Sebuah langkah inovatif sebagai bagian menjalankan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) mewujudkan peningkatan mutu yang berkesinambungan (continuous quality improvement).

-DoVic 200518-

Harapan masyarakat di era JKN adalah ketika mereka berobat ke Puskesmas ataupun Rumah Sakit, mereka segera diterima sebagai pelanggan dengan sapaan yang ramah, senyum dari petugas yang menyejukkan hati dan tentunya pelayanan yang paripurna. Namun pada kenyataannya, yang mereka dapati adalah sapaan yang tegas, nada interogasi yang menanyakan identitas, apakah pengunjung memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang lengkap demi memenuhi syarat untuk mendapatkan pelayanan.

Identitas yang diminta oleh petugas loket adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS). Ironisnya para pelanggan (pasien) yang datang berkunjung di Puskesmas lebih banyak yang tidak memiliki KIS dibandingkan pasien yang memiliki KIS. Data jumlah kunjungan pelanggan (pasien) yang datang berkunjung di Puskesmas Klasaman Kota Sorong pada bulan Januari 2018 sampai dengan bulan April 2018 menunjukkan perbandingan yang sangat signifikan antara yang memiliki KIS dan yang tidak.

9
Grafik Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Jalan menurut Kepemilikan KIS di Puskesmas Klasaman Kota Sorong pada bulan Januari-April 2018

Tuntutan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sebagai pemberi kapitasi atas pelayanan yang diberikan adalah meningkatnya Angka Kontak antara petugas dengan peserta. Kondisi di atas seakan-akan menggambarkan Puskesmas Klasaman kurang memberikan pelayanan atau kurang kontak dengan masyarakat yang terdaftar sebagai peserta pada Puskesmas Klasaman.

Segala upaya telah kami lakukan dengan mencoba meminta pasien pada waktu berobat di Puskesmas maupun di Puskesmas Pembantu (Pustu) ataupun ketika berkunjung di Posyandu, Poslansia, Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) dapat membawa identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), sehingga petugas dapat membantu memastikan apakah pasien tersebut  memiliki nomor KIS dengan mendaftar pada aplikasi P-Care. Namun, usaha inipun tidak banyak membantu menaikkan Angka Kontak petugas dengan peserta yang memiliki KIS.

Sebagai FKTP, kami tetap melayani pengunjung yang memiliki KIS maupun tidak memiliki KIS. Bahkan, dengan adanya era Standarisasi Puskesmas (Akreditasi) kami terus memberikan pelayanan yang maksimal tanpa memandang apakah pelanggan memiliki KIS atau tidak. Hal ini sejalan dengan tingkat kepuasan pelanggan (masyarakat) untuk  terus percaya bahwa pelayanan Puskesmas Klasaman saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan 3 tahun yang lalu.

Angka Kontak petugas dengan peserta yang tak kunjung tercapai, tuntutan pelayanan yang harus terstandarisasi di era Akreditasi Puskesmas saat ini bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi tuntutan Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBK) Puskesmas belum mencapai target yang diharapkan oleh BPJS Kesehatan, sehingga terkesan bahwa pelayanan di FKTP tidak maksimal menjangkau masyarakat. Di sisi lain jumlah kunjungan setiap hari di loket pendaftaran Puskesmas Klasaman mencapai jumlah 100 s/d 150 kunjungan. Belum lagi angka kunjungan pelayanan luar gedung di Poslansia, Posyandu dan Posbindu PTM.

6
dr. Lenny F. Hae, Kepala Puskesmas Klasaman Kota Sorong, mengambil langkah terobosan

Prihatin akan kondisi pelayanan di atas, maka dirasakan perlu adanya terobasan kecil yang dapat Puskesmas Klasaman ambil untuk dapat membuktikan apakah benar yang terjadi di masyarakat adalah bahwa banyak masyarakat  belum memiliki KIS. Kepala Puskesmas Klasaman, dr. Lenny F. Hae mencoba mensinergikan atau mengkolaborasikan dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) yang saat ini sedang dijalankan oleh Tim PIS PK di bawah pimpinan dr. Levina B. Sesa.

2

10
Tim PIS PK Puskesmas Klasaman Kota Sorong menuju lokasi keluarga yang dikunjungi. Tidak lupa Tim PIS PK juga menjalankan intervensi awal terkait indikator tambahan (ke-13) Provinsi Papua Barat yaitu pencegahan dan pengendalian malaria.

Kegiatan PIS PK Puskesmas Klasaman sudah berlangsung sejak Agustus 2017 dengan mengambil 2 kelurahan sebagai sampel uji coba total coverage keluarga yang ada di wilayah kerja Puskesmas Klasaman. Tahun 2018 mulai bulan Maret, Tim PIS PK Puskesmas Klasaman yang terdiri atas 14 petugas pendata dan 4 penginput data, setiap hari, di sela-sela rutinitas pelayanan, aktif melanjutkan pendataan keluarga pada 4 kelurahan, yaitu Klasaman, Klawuyuk, Kalasut dan Giwu.

1

3
Tim PIS PK Puskesmas Klasaman menjalankan pendataan dan pemeriksaan pada keluarga yang dikunjungi

Mengapa PIS PK dipilih sebagai program yang dapat bekerja secara sinergis menjawab persoalan di atas? Dalam 12 indikator PIS PK Nasional ditambah 1 indikator Provinsi Papua Barat, salah satunya adalah “Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional”.  Hasil pendataan yang dilakukan oleh Tim PIS PK inilah yang oleh Puskesmas akan dikumpulkan dan ditabulasi untuk mendapatkan informasi dari setiap keluarga di wilayah kerja Puskesmas seberapa banyak individu memiliki KIS.

Timbul persoalan siapa yang akan mengerjakan tugas ini, apakah Tim PIS PK lagi ataukah orang lain dari luar Puskesmas yang harus terlibat? Tokoh masyarakat atau kader yang seperti apa yang dapat terlibat? Berapa honor yang harus diberikan dan lain sebagainya? Maka kami memutuskan untuk membentuk sekelompok orang yang dengan sukarela dan mau meluangkan waktu menjadi Kader JKN. Kader JKN terdiri atas para petugas kesehatan itu sendiri.

4
Para Kader JKN Puskesmas Klasaman yang Sehati Melayani dengan Hati

Kader JKN Puskesmas Klasaman bekerja secara fleksibel di antara waktu senggang pelayanan sehari-hari, tidak mendapatkan honor tambahan dan siap bekerja sama dengan Tim PIS PK dan stakeholder yang menjadi mitra Puskesmas, termasuk BPJS Kesehatan dan tentunya ”Sehati Melayani dengan Hati“.

Apa tugas dari Kader JKN? Mendata ulang individu yang sudah ada pada Profil Keluarga Sehat (Prokesga) yang sudah didata oleh Tim PIS PK, baik yang sudah maupun yang belum memiliki KIS. Selanjutnya, Kader JKN mencari tahu lewat Nomor Induk Kependudukan (NIK) individu yang belum memiliki KIS, apakah individu terdaftar (memiliki nomor KIS) sebagai peserta JKN. Kader JKN akan membuat daftar nama individu yang setelah dilacak tidak memiliki nomor KIS maupun daftar individu yang memiliki nomor KIS. Daftar nama individu tersebut akan dilaporkan kepada individu yang bersangkutan melalui kontak telepon dan juga dilaporkan pada presentasi Lokakarya Mini Lintas Sektor kepada Lurah dan Kepala Distrik.

7
Pencarian data oleh Kader JKN

Pencarian data individu oleh Kader JKN ini sepintas lalu terkesan hanyalah pekerjaan yang mudah, namun tidaklah demikian adanya, bila menjalani prosesnya.

Awal mula sebutan Kader untuk petugas kesehatan terkesan ganjil. Namun, ini hanyalah ide yang muncul untuk menjawab tantangan para petugas loket yang dengan setia berharap bahwa suatu saat semua pengunjung yang datang berobat di Puskesmas Klasaman memiliki nomor KIS.

Sejauh ini proses pendataan masih terus berlangsung. Feedback data pada tingkat kelurahan dan distrik sudah dilaksanakan oleh Kader JKN. Analisis awal pada PIS PK ke masyarakat pun sudah dilakukan, tinggal sekarang bagaimana individu yang bersangkutan mempunyai kesadaran untuk mau mengurus KIS.

5
Pembahasan hasil PIS PK dan sinergi dengan upaya para Kader JKN dipimpin oleh dr. Levina B. Sesa.

Besar harapan kami petugas Puskesmas (Kader JKN) dapat bersinergi dengan pihak BPJS Kesehatan lewat BPJS Center, agar bisa berkedudukan di Puskesmas, sehingga mempermudah akses masyarakat dalam pengurusan KIS secara langsung di fasilitas kesehatan. Marilah kita semua dapat bergandengan tangan menyukseskan total coverage masyarakat untuk memiliki KIS. Untuk itu, marilah kita SEHATI MELAYANI DENGAN HATI.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: