Tiba Saatnya CQI Puskesmas Perlu Dibuktikan

Tantangan terbesar bagi Puskesmas yang sudah terakreditasi adalah bagaimana mempertahankan bahkan meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan. Inilah yang disebut sebagai CQI atau Continuous Quality Improvement. Hal inilah yang juga sedang menjadi tantangan bagi Puskesmas Moswaren Kabupaten Sorong Selatan.

Puskesmas Moswaren memiliki makna sangat penting dalam milestone akreditasi Puskesmas di Provinsi Papua Barat. Puskesmas Moswaren merupakan Puskesmas pertama yang terakreditasi di Provinsi Papua Barat, bahkan di Tanah Papua. Kerja keras, tekad bulat, kekompakan yang solid dan keberanian yang pantang mundur Puskesmas ini, telah menjadi tonggak pembuktian bahwa Puskesmas di provinsi ujung timur Indonesia pun bisa memenuhi Standar Akreditasi Puskesmas sebagaimana Puskesmas lain di bagian barat dan tengah Indonesia.

Picture1
Para pioneer akreditasi Puskesmas di Provinsi Papua Barat: jajaran Puskesmas Moswaren Kabupaten Sorong Selatan (2015)

Puskesmas Moswaren menjalani survei akreditasi pada tanggal 21-23 Desember 2015. Tiga orang surveior akreditasi FKTP ditugaskan oleh Komisi Akreditasi FKTP untuk memotret upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di Puskesmas ini. Alhasil, beberapa waktu kemudian Komisi Akreditasi FKTP telah menetapkannya sebagai Puskesmas yang Terakreditasi Dasar. Keberhasilan Puskesmas Moswaren menjadi bola salju yang bergulir cepat mendorong Puskesmas-Puskesmas lain di Provinsi Papua Barat sehingga memiliki keyakinan bahwa “Akreditasi Pasti Bisa”. Sampai saat ini, sudah 36 Puskesmas lainnya di 11 Kabupaten/Kota di Papua Barat mengikuti jejak Puskesmas Moswaren.

Tiga tahun hampir berlalu bagi Puskesmas Moswaren. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 75 tahun 2014 menetapkan bahwa Puskesmas harus diakreditasi setiap tiga tahun sekali. Tahun 2018 adalah tahun di mana Puskesmas Moswaren harus menjalani re-akreditasi. Survei re-akreditasi akan dilaksanakan untuk membuktikan apakah CQI berjalan, apakah siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action) dilakukan dan apakah sistem manajemen mutu telah diterapkan.

Dalam rangka itulah, Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melakukan bimbingan teknis persiapan re-akreditasi ke Puskesmas Moswaren pada tanggal 10 Juli 2018. Pertemuan diselenggarakan di Puskesmas Moswaren, membahas kesiapan dan kendala yang dihadapi. Selain Kepala Puskesmas dan jajaran Puskesmas Moswaren, pertemuan juga dihadiri oleh Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan dan para Pendamping Akreditasi FKTP Kabupaten Sorong Selatan. Supriyono, Kepala Puskesmas Moswaren, mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi. Selanjutnya, pembahasan dilakukan untuk merumuskan alternatif solusinya. Di penghujung pertemuan, hadir Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan, dr. Yusuf Sipayung, memberikan arahan dan solusi. Kehadiran Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan yang baru menjabat sebulan ini telah memunculkan kembali semangat seluruh jajaran Puskesmas Moswaren untuk menghadapi re-akreditasi.

IMG-20180711-WA0033
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan, dr. Yusuf Sipayung, hadir dalam pertemuan di Puskesmas Moswaren

Bimbingan teknis dilanjutkan dengan mendiskusikan tindak lanjut rekomendasi survei. dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes., yang juga adalah seorang surveior akreditasi FKTP bidang administrasi manajemen (admen) memandu diskusi untuk rekomendasi survei bidang admen. Sedangkan, pembahasan rekomendasi survei bidang Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dipandu oleh dr. Adhe Ismawan yang juga adalah seorang surveior akreditasi FKTP bidang UKP. Sementara itu, Siti Sangadah, S.Far. dan Marian Sisca Homer, SE melakukan bimbingan teknis untuk penerapan manajemen Puskesmas dan pengelolaan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

IMG-20180711-WA0034
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan, para Pendamping Akreditasi FKTP Kabupaten Sorong Selatan dan jajaran Puskesmas Moswaren mendiskusikan rundown persiapan re-akreditasi Puskesmas Moswaren

Bimbingan teknis yang dilakukan telah berhasil memberikan pemulihan semangat dan kejelasan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Tim Pendamping Akreditasi FKTP Kabupaten Sorong Selatan serta Puskesmas Moswaren dalam menyiapkan diri menjalani re-akreditasi. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan adalah (1) melakukan penggalangan komitmen ulang, (2) melakukan review Standar dan Instrumen Akreditasi, (3) melakukan review dokumen regulasi yang disusun dan melakukan revisi jika diperlukan, (4) melakukan self assessment dan menyusun rencana tindak lanjutnya, (5) memastikan implementasi dilakukan pada satu tahun terakhir dengan pendokumentasian yang lengkap, (6) menyusun jadwal pendampingan sesuai kebutuhan, (7) melakukan self assessment dan tindak lanjutnya sesuai kebutuhan, dan (8) memastikan nilai pra survei minimal 10% di atas target yang ditentukan.

IMG-20180711-WA0035
Tekad bersama mewujudkan Continuous Quality Improvement (CQI) di Puskesmas Moswaren

Jikalau tiga tahun lalu, Puskesmas Moswaren menjadi Puskesmas pertama yang berhasil meraih akreditasi Puskesmas di Provinsi Papua Barat, maka tahun ini semua pihak berharap Puskesmas Moswaren juga akan menjadi Puskesmas pertama di Provinsi Papua Barat yang berhasil menjalani re-akreditasi. Yang artinya, Puskesmas Moswaren berhasil membuktikan bahwa menjalankan CQI bukanlah sebuah kemustahilan, walaupun tantangan menghadang. “Re-akreditasi Pasti Bisa”.

 

-DoVic 130718-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: