Puskesmas Percontohan: Harus Bisa!

Pada pertengahan tahun 2018, setiap Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat telah diminta untuk mengusulkan satu Puskesmasnya untuk ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai Puskesmas Percontohan. Ketiga belas Puskesmas yang diusulkan adalah sebagai berikut:

  1. Puskesmas Fakfak Kota, Kabupaten Fakfak.
  2. Puskesmas Kaimana, Kabupaten Kaimana.
  3. Puskesmas Wasior, Kabupaten Teluk Wondama.
  4. Puskesmas Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni.
  5. Puskesmas Sanggeng, Kabupaten Manokwari.
  6. Puskesmas Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan.
  7. Puskesmas Mariat, Kabupaten Sorong.
  8. Puskesmas Waisai, Kabupaten Raja Ampat.
  9. Puskesmas Kwoor, Kabupaten Tambrauw.
  10. Puskesmas Ayamaru Timur, Kabupaten Maybrat.
  11. Puskesmas Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan.
  12. Puskesmas Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak.
  13. Puskesmas Klasaman, Kota Sorong.

Akhirnya pada tanggal 16 November 2018 terbitlah Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/636/2018 yang sebagian isi lampirannya menetapkan ketigabelas Puskesmas di atas sebagai Puskesmas Percontohan.

Bagaimana mewujudkan Puskesmas-Puskesmas tersebut sebagai Puskesmas Percontohan? Hal ini banyak ditanyakan oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. dr. Ganda Sinaga, Kepala Sub Direktorat Puskesmas Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan dalam suatu kesempatan pernah menyatakan, “Kementerian Kesehatan memang sedang mempersiapkan sebuah pedoman tentang Puskesmas sebagai Percontohan. Namun, sesungguhnya dapat dikatakan tidak ada hal yang baru berkenaan dengan hal itu. Hanya saja, masing-masing jenjang, baik itu Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi maupun Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota hendaknya melaksanakan pembinaan dan pengawasan sesuai dengan kewenangan masing-masing dengan lebih optimal dan mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki untuk mewujudkan Puskesmas-Puskesmas tersebut sebagai Puskesmas Percontohan tanpa mengurangi perhatian pada Puskesmas lain tentunya”.

img-20181219-wa0170
Kunjungan Ketua Eksekutif Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di salah satu Puskesmas di Kota Sorong yang telah terakreditasi Utama.

Puskesmas-Puskesmas Percontohan tersebut diharapkan:

  1. Dapat mencapai status akreditasi Puskesmas paripurna.
  2. Dapat menyelenggarakan Puskesmas dengan sumber daya yang sesuai standar.
  3. Dapat melakukan kunjungan pada 100% keluarga di wilayah kerja Puskesmas dalam rangka Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK).
  4. Dapat meningkatkan capaian Indeks Keluarga Sehat (IKS) dan capaian 12 indikator PIS PK di wilayah kerja Puskesmas.
  5. Dapat mencapai hasil Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) dengan kategori baik.

Bisakah setiap Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat menjadikan Puskesmas-Puskesmas di atas sebagai Puskesmas Percontohan? “Harus bisa! Dengan integrasi yang baik, hal tersebut bisa diwujudkan. Optimalkan pembinaan dan pengawasan (klik Binwas Melalui Binwil) secara berjenjang! Lembaga mitra pembangunan kesehatan yang ada di Papua Barat harus dapat berkontribusi. Dan diharapkan Puskesmas-Puskesmas lainnya pada akhirnya juga terdorong untuk menyelenggarakan pelayanan Puskesmas yang bermutu,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes.

 

-DoVic 060119-

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: