Mengarusutamakan Program Yankestrad

Program pelayanan kesehatan tradisional sering dipandang sebelah mata di antara sekumpulan program kesehatan lainnya. Program yang dianggap boleh ada, boleh tidak ada. Program yang tidak akan mempengaruhi banyak terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Benarkah demikian? Pandangan itu bisa menjadi benar, jika para pengelola program pelayanan kesehatan tradisional sendiri, entah itu di Dinas Kesehatan ataupun di Puskesmas, juga memiliki pandangan yang sedemikian.

Picture1Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Pelayanan Kesehatan Tradisional di Hotel Billy Jaya Manokwari pada tanggal 13-14 Maret 2019. Pertemuan yang mengundang ketiga belas Kepala Seksi atau pengelola program yang bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan tradisional di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, juga mengundang dari unsur Tim Penggerak PKK dan Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) Provinsi Papua Barat dan beberapa pengelola program pelayanan kesehatan tradisional Puskesmas di Kabupaten Manokwari. Salah satu tujuan pertemuan ini adalah mengubah mindset peserta agar dapat mengarusutamakan program pelayanan kesehatan tradisional.

Dalam paparannya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes., menegaskan, “Sesungguhnya pelayanan kesehatan tradisional adalah salah satu bagian dari Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan di Puskesmas sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 75 tahun 2014. Dan program pelayanan kesehatan tradisional juga dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk mendukung implementasinya di Puskesmas. Pada Dinas Kesehatan, khususnya yang kelas A, bahkan untuk program ini ada Seksinya tersendiri. Seharusnya program pelayanan kesehatan tradisional ke depan dapat berkembang lebih baik.”

Pertemuan ini juga menghadirkan Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes., MH.Kes. selaku narasumber. Menurut data Kementerian Kesehatan baru 34 Puskesmas di Provinsi Papua Barat yang tenaganya pernah dilatih pelayanan kesehatan tradisional. Dan baru 17 Puskesmas yang telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap para penyehat tradisional di wilayah kerjanya. Narasumber tidak hanya menyampaikan paparan, tetapi juga mengajarkan teknik akupresur kepada para peserta. Beberapa teknik yang diajarkan di antaranya adalah teknik untuk menghilangkan sakit kepala dan anti ageing. Para peserta yang beruntung dapat merasakan pijatan akupresur Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional.

Selanjutnya Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer Berkelompok Kementerian Kesehatan, Ratri, SKM, MSi. menyampaikan sosialisasi tentang Griya Sehat. Menanggapi pertanyaan peserta dari perwakilan Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat, Ratri mengatakan, “Tim Penggerak PKK dapat berperan memberdayakan keluarga dan masyarakat dalam hal pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA). Selain itu, para kader PKK dapat membantu menyampaikan kepada Puskesmas atau Dinas Kesehatan apabila menjumpai penyehat tradisional yang memberikan pelayanan tidak sesuai regulasi.”

Dalam pertemuan ini juga disampaikan materi tentang Tumbuhan Berpotensi sebagai Obat di Papua oleh Ketua Bidang Pengkajian/Penelitian/Pengujian SP3T Provinsi Papua Barat, Ir. Maria Justina Sadsoeitoeboen, M.Si. Dari narasumber yang akrab dipanggil Bu Rita ini didapati bahwa sesungguhnya Tanah Papua sangat kaya dengan tumbuhan berpotensi sebagai obat yang telah dimanfaatkan oleh berbagai etnis sejak ratusan tahun yang lalu. SP3T sudah mengajukan proposal penelitian kepada Kementerian Kesehatan untuk mendapat dukungan pendanaan pada tahun 2020. 

Dari paparan Pengelola Program Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Winarti, AMK tentang Pencatatan dan Pelaporan didapati bahwa ada sekitar empat Kabupaten yang belum pernah menyampaikan Laporan Pelayanan Kesehatan Tradisional kepada Dinas Kesehatan Provinsi.

Melalui Pertemuan Koordinasi Pelayanan Kesehatan Tradisional ini diharapkan program ini tidak lagi dipandang sebelah mata, khususnya di Papua Barat.

                                                                                                                                                                                                                                                                                            

-DoVic 140319-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: