UGM Teliti Telemedicine di Papua Barat

Untuk menilai apakah upaya kita sudah bisa dikatakan berhasil atau belum atau untuk mengetahui apakah hasil upaya yang telah kita lakukan telah membuahkan output atau outcome yang baik atau sebaliknya, kadangkala tidak bisa dilakukan sendiri. “Tidak objektif” kata orang. Kita perlu pihak lain yang kompeten untuk mengevaluasinya. Dalam hal pelaksanaan telemedicine di Papua Barat demikian juga. Sebagai implementasi Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2017, Provinsi Papua Barat telah mulai menerapkan telemedicine di beberapa lokus (klik Mari ber-Tele-Tele, tapi Jangan Bertele-tele). Sudah hampir dua tahun dilaksanakan yang diwarnai dengan sejumlah keberhasilan (klik Dari Papua Barat untuk Indonesia) dan tantangan. Sudah beberapa kali dilakukan monitoring oleh Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. Sudah saatnya untuk dilakukan evaluasi. Siapa yang akan melakukan evaluasi?

Lambang UGM-emasMaka ketika dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A(K), PhD, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni dan Pengabdian Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menghubungi penulis dan menyampaikan maksud terkait hal di atas, penulis menyambut positif dengan antusias. Apakah ini bisa dikaitkan dengan kunjungan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat ke UGM sebelumnya? (klik Papua Barat Perkuat Sistem Kesehatan Bersama UGM). Penulis kurang tahu pasti. Tapi, dari kunjungan itulah penulis mengenal beliau dan sebaliknya. Kunjungan yang didukung KOMPAK itu memang menghasilkan beberapa peluang kerja sama atau dukungan, salah satunya terkait telemedicine.

Merealisasikan pembicaraan di atas, maka pada tanggal 29 April sampai dengan tanggal 4 Mei 2019 akan hadir tim dari FKKMK UGM. Tim terdiri atas (1) dr. Guardian Yoki Sanjaya, MHlthInfo, (2) Surahyo Sumarsono, B.Eng., M.Eng.Sc. dan (3) Riski Nugraheni, S.Kep., Ns. Bapak Surahyo Sumarsono akan bertindak sebagai konsultan dalam penelitian ini. Tim akan mengunjungi RSUD Kabupaten Sorong sebagai Rumah Sakit Pengampu. Juga akan mengunjungi Puskesmas Sausapor Kabupaten Tambrauw, RSUD Kabupaten Raja Ampat dan Puskesmas Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan sebagai Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang Diampu. Pada akhir kunjungan, tanggal 4 Mei 2019, tim juga akan mengadakan pemaparan awal kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Manokwari dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Barat.

Picture3Penelitian ini berjudul Evaluasi dan Pemantapan Program TEMENIN (Telemedicine Indoensia) di Provinsi Papua Barat untuk Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. Berdasarkan protokol penelitiannya, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi secara objektif program TEMENIN di Provinsi Papua Barat, menyusun peta jalan implementasi telemedicine dan melakukan pendampingan secara optimal untuk menjamin peningkatan akses dan kualitas kesehatan di Papua Barat, melalui pendekatan multisektoral. Kerangka teori yang akan digunakan adalah Technology Acceptance Model dan Model Assessment of Telemedicine Application (MAST). Sedangkan metode penelitiannya adalah Retrospective Comprehensive Evaluation.

Semoga hasil penelitian ini bisa memberikan evaluasi yang objektif terhadap implementasi telemedicine di Papua Barat selama ini. Dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk pengembangannya serta untuk persiapan implementasi pada lokus telemedicine tahun 2019. Sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit akan menjadi ekstensi dari lokus tahun 2017, di antaranya RSUD Kabupaten Teluk Wondama dan RSUD Kabupaten Manokwari. Sedangkan untuk Puskesmas yaitu Puskesmas Makbon, Puskesmas Mayamuk, Puskesmas Klafdalim dan Puskesmas Mariat di Kabupaten Sorong, selanjutnya Puskesmas Warmare, Puskesmas SP IV Prafi, Puskesmas Masni dan Puskesmas Sidey di Kabupaten Manokwari. Selain itu, juga Puskesmas Babo, Puskesmas Aranday, Puskesmas Merdey dan Puskesmas Aranday di Kabupaten Teluk Bintuni; lalu Puskesmas Waigama, Puskesmas Deer dan Puskesmas Kabare di Kabupaten Raja Ampat; serta Puskesmas Fef, Puskesmas Meyah, Puskesmas Abun, Puskesmas Kwoor dan Puskesmas Kebar di Kabupaten Tambrauw. Para pengelola program dan tenaga teknologi informatika (IT) Dinas Kesehatan Kabupaten serta tenaga dokter atau tenaga kesehatan lainnya serta tenaga IT Puskesmas dan Rumah Sakit lokus akan dilatih oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan pada tanggal 9-11 Mei mendatang di Swiss-belHotel Kota Sorong.

Sudah tidak sabar menunggu hasil penelitiannya seperti apa. Kita tunggu tanggal mainnya.

 

-DoVic 270419-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: