Nakes Juga Perlu Aman!

Bulan Februari yang lalu, jajaran kesehatan di Papua Barat dikejutkan sekali lagi dengan berita pemukulan terhadap seorang dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Raja Ampat oleh keluarga pasien. Kenapa sekali lagi? Karena kejadian ini bukan yang pertama di Rumah Sakit itu. Kejadian itu tentulah membuat ketidaknyamanan bagi sang dokter, karena secara fisik terjadi perlukaan terhadap tubuhnya dan juga menimbulkan rasa was-was dalam pelayanan selanjutnya. Memang, munculnya setiap kejadian mengharuskan dilakukan introspeksi, penilaian eksternal dan langkah-langkah antisipatif agar tidak berulang. Kejadian tersebut, tentunya membawa dampak tak langsung, yaitu timbulnya kecemasan dan keraguan akan rasa aman dalam melaksanakan tugas kemanusiaan bagi para tenaga kesehatan lainnya.

Merespons kejadian tersebut, sejumlah pihak mengadakan kunjungan ke lokus kejadian. Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Pusat, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sorong dan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih secara bersama-sama menggali informasi berimbang dari berbagai pihak, supaya objektivitas bisa didapatkan. Tidak lupa juga, tim mendatangi pihak kepolisian setempat yang sedang menangani kasus tersebut dan memberikan dukungan penuh agar kasus tersebut ditangani melalui jalur hukum seadil-adilnya.

IMG-20190215-WA0194
Tim berkunjung ke Polres Raja Ampat untuk memberi dukungan penyelesaian kasus melalui jalur hukum.

Agar seorang tenaga kesehatan dapat menjalankan profesinya secara profesional, tidak hanya dibutuhkan ketersediaan sarana, prasarana, alat kesehatan, sediaan farmasi, pedoman tatalaksana penyakit dan Standar Operasional Prosedur (SOP), namun juga dibutuhkan aspek non teknis yang mendukung, di antaranya kenyamanan, keamanan dan kesejahteraan dalam bekerja. Untuk itu, pihak-pihak yang terkait harus berupaya mewujudkannya, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan secara baik dan berkesinambungan.

IMG-20190504-WA0005
Tim bertemu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari.

Pada awal tulisan ini, disebutkan tentang ketidakamanan yang menimpa tenaga kesehatan di Rumah Sakit, lalu apakah tenaga kesehatan Puskesmas di Papua Barat terbebas dari rasa ketidakamanan tersebut? Ternyata tidak! Pada tahun ini saja, setidaknya dua kasus ketidakamanan dan ketidaknyamanan – dalam berbagai bentuk – telah terjadi di dua Puskesmas di dua Kabupaten yang berbeda, yaitu Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Manokwari. Ketidakamanan dan ketidaknyamanan yang menimpa tenaga kesehatan Nusantara Sehat utusan Kementerian Kesehatan itu, telah menimbulkan rasa trauma, was-was dan kekuatiran bukan hanya bagi “si korban”, tetapi juga para tenaga kesehatan lainnya.

IMG-20190503-WA0133
Tim mengunjungi para Nusantara Sehat di lokus kejadian di Fakfak.

Guna mengambil langkah-langkah yang akuntabel, maka Kementerian Kesehatan terlebih dahulu menerjunkan tim yang terdiri atas staf Inspektorat Jenderal serta Pusat Perencananan dan Pendayagunaan (Pusrengun) SDM Kesehatan pada tanggal 2-4 Mei 2019. Bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, baik dari Bidang Pelayanan Kesehatan maupun dari Bidang Sumber Daya Kesehatan, sejumlah klarifikasi, pengumpulan fakta dan diskusi dilakukan dengan berbagai pihak serta juga kunjungan ke lokus. Tim yang ke Fakfak, bahkan menemui Bupati, Dandim 1803 dan Wakapolres Fakfak. Bupati Fakfak secara prinsip mempersilakan tim melakukan upaya klarifikasi yang diperlukan dan merekomendasikan langkah yang bisa dan perlu diambil oleh Pemerintah Daerah.

IMG-20190504-WA0032
Tim bertemu Bupati, Dandim 1803 dan Wakapolres Fakfak. Wakapolres tidak tampak dalam foto.

Informasi telah dikumpulkan oleh tim dan selanjutnya akan dibahas di Kementerian Kesehatan. Sejumlah langkah lanjutan telah dirumuskan dan akan diputuskan. Semua pihak berharap akan sebuah penyelesaian yang kausatif dan adil. Semoga kejadian-kejadian ini dapat dipetik hikmahnya oleh semua pihak.

Kepada para korban kami sampaikan rasa prihatin atas kejadian yang telah terjadi. Kami berdiri bersama sebagai sesama korps jajaran kesehatan di Papua Barat. Semoga tidak terulang lagi di kemudian hari. “Kami juga perlu aman!”

-DoVic 040519-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: