LIPI Teliti Layanan Kesehatan OAP

img_20190529_063958.jpg
Penulis dan Plt. Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI.

“Saya tertarik atas penjelasan tadi bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat sudah memberanikan diri dan berinisiatif untuk mulai memiliki data terpilah etnis. Siapa yang menggagasnya? Dalam kesempatan berikutnya, saya pasti akan banyak berdiskusi dengan pak Victor,” kata Dr. Herry Yogaswara, MA, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Penelitian Kependudukan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pernyataan itu disampaikan Herry pada bagian akhir pertemuan di Gedung Widya Graha lantai 10, LIPI, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu dimaksudkan untuk persiapan pelaksanaan penelitian bertajuk “Alternatif Layanan Pendidikan dan Kesehatan bagi Orang Asli Papua Berbasis Sosial Demografi dan Pembangunan Infrastruktur” di wilayah Provinsi Papua Barat.

Sebelumnya penulis menjelaskan bahwa dua tahun terakhir ini melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK), selain menambahkan satu indikator lokal terkait malaria (klik Indikator Tambahan Itu Akhirnya Ditetapkan), Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat juga melakukan pemilahan data Keluarga Sehatnya berdasarkan etnis. “Ketika Puskesmas sudah melakukan kunjungan keluarga pada seluruh keluarga di wilayah kerjanya, maka Puskesmas akan memiliki dan dapat menganalisis data yang terpilah etnis Papua dan etnis non Papua. Dengan demikian, Puskesmas dapat merencanakan suatu intervensi yang spesifik, jika diperlukan, yang memperhatikan aspek nilai dan perilaku yang berkaitan dengan budaya, tradisi, kepercayaan dan bahasa pada keluarga Papua di suatu satuan wilayah tertentu (klik Budaya dan Praktik Kedokteran, Antara Kesehatan dan Kebudayaan). Sayangnya, karena data-data tersebut baru dikumpulkan dan diolah secara manual oleh Puskesmas, belum secara on line, maka Dinas Kesehatan Provinsi ataupun Kabupaten/Kota belum dapat memanfaatkan data-data tersebut sebagai dasar pembuatan kebijakan di level Kabupaten/Kota atau Provinsi. Di tengah segala kekurangan dalam kami memulai data terpilah etnis ini, termasuk dasar penentuan keluarga Papua dan non Papua, tapi setidaknya kami sudah mencoba. Bila belum sempurna, ke depannya dapat disempurnakan,” kata dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes., Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang sekaligus menjadi Koordinator PIS PK. Data terpilah etnis ini merupakan salah satu butir rekomendasi yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Daerah (Rakorniskesda) Provinsi Papua Barat Tahun 2017 yang dilaksanakan di Aimas Convention Center Kabupaten Sorong pada tanggal 3 sampai dengan tanggal 5 Maret 2017.

IMG-20190528-WA0095
Suasana pertemuan di Gedung Widya Graha, LIPI, Jakarta.

Penelitian yang bermula didorong oleh salah satu tokoh Papua kepada Bappenas dan LIPI agar tidak hanya membuat kajian-kajian bertemakan seputar politik saja, tetapi juga aspek-aspek sosial Orang Asli Papua, akan dilaksanakan di beberapa lokus, terutama di Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Sorong. Dalam pertemuan di atas didiskusikan juga beberapa topik lainnya, terutama menyangkut Pelayanan Kesehatan Bergerak atau Pelayanan Kesehatan Berbasis Masyarakat (klik We Are Flying Without Wings, PKB Bergerak Lagi, Modus ke Maudus), plus minus Nusantara Sehat (klik Duo Alumni Airlangga di Timur Jawa Dwipa) dan pelaksanaan program Papua Barat Sehat 2019 (klik Tenaga Kesehatan PBS 2019 Telah Terpilih), pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional dan Universal Health Coverage (klik UHC JKN-KIS Award 2018: dari Presiden RI untuk Papua Barat, Mari Kita Buktikan Itu Bukan Janji Kosong),  pengembangan telemedicine (klik UGM Teliti Telemedicine di Papua Barat), Rancangan Peraturan Daerah Provinsi tentang Penyelenggaraan Pembangunan Kesehatan (klik Ketika Bahasa Medis Bertemu Bahasa Hukum) serta utilisasi fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat.

img-20190528-wa0114.jpg
Penulis dan Dr. Gurendro Putro, SKM, M,Kes. di ruang kerja penulis pada April 2018.

Diskusi menjadi semakin lengkap dengan kehadiran Dr. Gurendro Putro, SKM, M.Kes. seorang peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan. Pengalaman Gurendro melakukan beberapa penelitian di Papua Barat semakin memperkaya persiapan penelitian ini. Salah satunya adalah tentang Riset Intervensi Kesehatan di Kabupaten Sorong Selatan yang dilaksanakan bulan April 2018.

Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif pada pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Papua Barat, khususnya Orang Asli Papua.

 

-DoVic 290519-

Iklan

2 respons untuk ‘LIPI Teliti Layanan Kesehatan OAP

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: