Peran Tambahan IPCN RS

Menjadikan kebersihan tangan (hand hygiene), baik handrub maupun handwash dengan menggunakan enam langkah pada lima momen, sebagai sebuah budaya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) adalah sebuah harapan. Melihat para tenaga kesehatan di Puskesmas dan FKTP lainnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara tepat dan tidak berlebihan adalah sebuah keinginan. Pengelolaan limbah dan pengelolaan linen yang dilakukan secara benar di semua fasilitas pelayanan kesehatan di Papua Barat adalah sebuah impian. Menjadikan Puskesmas dan FKTP lainnya mampu melakukan perawatan peralatan kesehatan, baik yang critical, semi critical maupun non critical, secara tepat adalah suatu impian lainnya. Hal-hal yang disebutkan tadi adalah beberapa harapan, keinginan dan impian berkenaan dengan diterapkannya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Puskesmas dan FKTP lainnya.

IMG-20190706-WA0106
Wardanela Yunus (ke-empat dari kiri) dalam Rapat Kerja Komisi Akreditasi FKTP.

“Pada saat awal PPI diterapkan di Rumah Sakit (RS) belasan tahun yang lalu dirasakan cukup sulit. Beberapa pihak merasa keberatan dan menolak. Namun, mau tidak mau PPI harus diterapkan di RS. Saat ini, ketika PPI hendak diterapkan pula di FKTP, hal yang sama terjadi. Namun, PPI inilah yang akan mengubah wajah Puskesmas dan FKTP lainnya secara signifikan kelak,“ kata Wardanela Yunus, CVRN, SKM, M.Kes. selaku salah satu narasumber pada Rapat Kerja Komisi Akreditasi FKTP (klik Akreditasi Bukan Pesta Kembang Api!).

images (23)Wardanela yang juga adalah Ketua HIPPI (Himpunan Perawat Pencegah dan Pengendali Infeksi Indonesia) selanjutnya mengatakan, “Dinas Kesehatan di daerah dapat memanfaatkan keberadaan para IPCN (Infection Prevention and Control Nurse) atau Perawat Pencegah dan Pengendali Infeksi pada RS-RS yang telah terakreditasi di daerah (klik Dengan PPI, Sayonara HAIs). Mereka pada umumnya telah bersertifikat PPI. Saya sudah mendorong mereka untuk juga membantu penerapan PPI di FKTP.”

Menindaklanjuti pernyataan Wardanela ini, penulis telah menjalin komunikasi via WhatsApp untuk meminta nama-nama para IPCN RS di Papua Barat yang direkomendasikan. Beberapa nama dan nomor kontaknya telah penulis dapatkan. Selain beberapa orang di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang telah terpapar PPI, maka mereka diharapkan dapat memperkuat sumber daya penggerak PPI di FKTP. Kelebihan mereka adalah mereka telah menerapkan PPI secara langsung di masing-masing RS-nya. Semoga harapan, keinginan dan impian di atas suatu saat kelak dapat terwujud.

-DoVic 090719-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: