Mengenal Fasilitas Karantina Penyakit Infeksi Emerging Provinsi Papua Barat

Fasilitas Karantina Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Provinsi Papua Barat, itulah namanya. Dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat nomor 440/0804/DK-PB/III/2020 tertanggal 20 Maret 2020. Fasilitas Karantina ini dibentuk dalam rangka kesiapsiagaan dan memutus rantai penularan Covid-19 di wilayah Provinsi Papua Barat, khususnya Manokwari dan sekitarnya.

Struktur 1Dalam pengoperasionalannya, Fasilitas Karantina PIE Provinsi Papua Barat dipimpin oleh Ketua Pelaksana Harian yang dijabat oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. Ada dua Wakil Ketua, masing-masing Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemitraan yang dijabat oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Wakil Ketua Bidang Umum dan Pelaporan yang dijabat oleh Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan. Ada tujuh Seksi yang menjadi roda penggerak Fasilitas Karantina ini, yaitu (1) Seksi Pelayanan Klinis dengan Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer sebagai koordinator, (2) Seksi Pengendalian Risiko dan Kesehatan Lingkungan dengan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular sebagai koordinator, (3) Seksi Gizi dengan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi sebagai koordinator, (4) Seksi Kesehatan Jiwa dan Kerohanian dengan Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa dan Napza selaku koordinator, (5) Seksi Kesehatan Komunitas dengan Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga sebagai koordinator, (6) Seksi Keamanan dengan Kepala Sub Bagian Umum, Hukum dan Kepegawaian sebagai koordinator dan (7) Seksi Sarana-Prasarana dan Logistik Kesehatan dengan Kepala Sub Bagian Program, Informasi dan Humas sebagai koordinator.

IMG-20200430-WA0043
Personil Seksi Pengendalian Risiko dan Kebersihan Lingkungan siap bertugas.

Pada awalnya, Fasilitas Karantina ini dijalankan oleh para Aparat Sipil Negara (ASN) pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. Namun, beberapa waktu kemudian sejumlah tenaga kesehatan fungsional ASN Provinsi Papua Barat yang selama ini dititipkan pada RSUD dan beberapa Puskesmas di Kabupaten Manokwari diperbantukan. Untuk mencukupi jumlah tenaga kesehatan dari berbagai profesi, maka dialihtugaskanlah tim Papua Barat Sehat (PBS) 2020 dari sepuluh Puskesmas (klik PBS 2020 Datang Lebih Awal). PBS yang dialihtugaskan sementara di Fasilitas Karantina, terdiri atas dokter, perawat, bidan, apoteker, nutrisionis, sanitarian, ahli teknologi laboratorium medik dan tenaga kesehatan masyarakat.

IMG-20200511-WA0029
Sebagian dokter yang memperkuat tim pelayanan klinis Fasilitas Karantina PIE Provinsi Papua Barat.

Untuk menambah jumlah dokter, melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Manokwari telah dilakukan proses rekrutmen. Dan sejak 1 Mei 2020, tujuh orang dokter telah memperkuat pelayanan klinis di Fasilitas Karantina. Pemerintah Kabupaten Manokwari pun telah menyiapkan satu dokter, satu apoteker, sembilan perawat, dua bidan dan satu tenaga kesehatan masyarakat yang siap diperbantukan, bila Fasilitas Karantina membutuhkan. Keseluruhan tenaga kesehatan dan non kesehatan yang bertugas di Fasilitas Karantina diharuskan mengikuti pembekalan, mengenai (1) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, termasuk penggunaan dan pelepasan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, (2) Keselamatan Pasien dan (3) Pengenalan Zonasi Fasilitas Karantina.

Berjalannya Fasilitas Karantina juga tidak lepas dari pelayanan penunjang. Enam orang petugas security telah direkrut untuk membantu aparat keamanan dari Kepolisian Resort Manokwari. Sepuluh petugas cleaning service juga direkrut untuk menjamin kebersihan dan keindahan Fasilitas Karantina.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Walaupun beberapa aspek sudah mulai terpenuhi, namun masih banyak hal lain yang masih dalam proses. Fasilitas Karantina yang diharapkan dapat menyediakan seratus sepuluh tempat tidur, saat ini baru bisa terisi lima puluh tempat tidur. Sebagian peralatan kesehatan dan non kesehatan masih dalam proses pengadaan dan pengiriman. Fasilitas laboratorium medis, termasuk Tes Cepat Molekuler (TCM) dan Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 belum tersedia. Pelayanan laundry dan pelayanan pemulasaran jenasah belum berjalan. Standar Operasional Prosedur (SOP) sedang dalam proses pembuatan dan review.

Sementara berbagai hal masih berproses, namun tuntutan pelayanan sudah harus dijalankan (klik RSUD Provinsi Papua Barat: “Demi Covid-19, Kami Hadir Sebelum Waktunya!”, “Hore!! Tubuh Kami Telah Terbebas Dari Corona Virus”). Semoga segalanya bisa disegerakan, sehingga bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada klien.

 

-DoVic 130520-

 

Link Selayang Pandang Fasilitas Karantina PIE Provinsi Papua Barat (https://youtu.be/DEc2W2e0zgI).

Link Pelepasan Pasien Sembuh Perdana di Fasilitas Karantina PIE Provinsi Papua Barat  (https://www.youtube.com/watch?v=3MtQj6M32gI).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: