Merintis Jalan Riset Biomolekuler Di Papua Barat

Walaupun baru sebulan beroperasi, Laboratorium Biomolekuler RSUD Provinsi Papua Barat yang lahir di tengah pandemi Covid-19, seakan ingin cepat berjalan dan berlari. Jika harus merangkak, maka merangkaknya diharapkan tidak terlalu berlama-lama (klik Bila Dapat Berlari, Jangan Engkau Hanya Berjalan). Laboratorium Biomolekuler RSUD Provinsi Papua Barat berkeinginan eksistensinya diakui tidak hanya lokal dan regional, tetapi juga nasional bahkan internasional. Untuk itu, Laboratorium Biomolekuler RSUD Provinsi Papua Barat haruslah proaktif-progresif melihat peluang.

Beberapa hari setelah beroperasi yaitu pada tanggal 20 Juni 2020, Laboratorium Biomolekuler Kabupaten Teluk Bintuni telah memanfaatkan salah satu alat yang dimiliki Laboratorium Biomolekuler RSUD Provinsi Papua Barat, yaitu photonanometer, untuk mengukur purifikasi dan konsentrasi RNA SARS CoV-2 yang telah diekstraksi (klik PCR Covid-19: Akankah Teluk Bintuni Menjadi Yang Pertama?). Kolaborasi dan pertukaran informasi di antara personil kedua Laboratorium Biomolekuler mulai dijalin. Lalu, pada tanggal 24 Juni 2020, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar melalui surat nomor YM.03.01/XL.III.3/1394/2020 menyatakan bahwa hasil External Quality Control (EQC) Laboratorium Biomolekuler RSUD Provinsi Papua Barat tepat 100% dari sepuluh sampel yang diperiksa. Dan, pada tanggal 3 Juli 2020, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan melalui Surat Keputusan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Tekomologi Dasar Kesehatan nomor HK.02.03/I/10320/2020 telah memberikan pengakuan untuk Laboratorium Biomolekuler RSUD Provinsi Papua Barat menjadi laboratorium uji Covid-19 dengan pemberian kode laboratorium C.166 . Ini merupakan awal perjalanan yang positif.

dr. Eka Widrian Suradji, PhD, Direktur RSUD Kabupaten Teluk Bintuni mengharapkan adanya pengembangan riset antar lembaga biomolekuler di Papua Barat. “Tiap daerah punya akses terhadap data, alat, sumber daya yang unik dan kaya, yang bila bisa dikoordinasikan akan menghasilkan karya ilmiah yang sahih dan berdampak besar bagi Papua Barat maupun dunia riset di manapun,” kata dokter lulusan Gunma University, Jepang yang mengambil disertasi berjudul Selenium Induce Apoptosis Cell Death in Plasmodium falciparum.

Sementara itu, Dr. Achmad Taher, S.Si, M.Si, Kepala Laboratorium Kimia Fakultas MIPA UNIPA Manokwari, “Kami memiliki dua mesin PCR konvensional. Satu berada di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FKIP) dan satunya lagi berada di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA. Saya berharap akan ada kerja sama antara pihak UNIPA dengan Laboratorium Biomolekuler RSUD Provinsi Papua Barat, sehingga dosen dan mahasiswa UNIPA dapat berkolaborasi dengan Tim Medis untuk melakukan penelitian terkait virus atau molekuler klinis lainnya (klik Lab Biomolekuler RSUD Provinsi Papua Barat Di Mata Dr. Achmad Taher).

Bagaimana respon Fakultas Kedokteran (FK) UNIPA? Ketika penulis menghubungi Wakil Dekan I yang membidangi Akademik, dr. Nurasi Lidya E. Marpaung, M. Biomed, AIFO-K mengatakan, “Keberadaan RT-PCR di RSUD Provinsi Papua Barat atau di sentra riset lainnya dapat menunjang proses belajar mengajar mahasiswa FK UNIPA, terutama untuk praktikum biomedik dan juga untuk riset, baik bagi mahasiswa maupun doses-dosen” (klik FK Unipa Semakin Bermegah, Siapkah Wahana Pendidikan Profesi Mahasiswa FK Unipa?).

Dra. Rintis Noviyanti, PhD dari Eijkman Institute for Molecular Biology.

Sebelumnya, Dra. Rintis Noviyanti, PhD dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ini sudah berkeinginan untuk melakukan riset-riset di Papua Barat juga, tidak hanya di Jayapura atau Timika saja. Waktu penulis mengabarkan tentang keberadaan Laboratorium Biomolekuler di RSUD Provinsi Papua Barat dan menanyakan peluang kolaborasinya, peneliti biomolekuler di bidang malaria ini menyatakan, “Wah, kami welcome sekali. Senang bisa berkolaborasi dengan Papua Barat. Mungkin bisa diinisiasi dengan beberapa penelitian sekaligus supervisi laboratoriumnya.” Peneliti yang tidak asing bagi alumni Australia Award Indonesia (AAI) ini akan menguji rapid diagnostic test untuk malaria, akan dites delesi hrp-nya dalam waktu dekat (klik Dari kanguru kecil Menuju KANGURU BESAR).

Prof. dr. Maria Lucia Inge Lusida, M.Kes., PhD, SpMK adalah Ketua Institute of Tropical Disease (ITD), Universitas Airlangga Surabaya yang bersama penulis dan peneliti lainnya pernah menemukan genotipe virus hepatitis B baru yang khas untuk Papua, yaitu genotipe C6 dan D6 (klik 2019-nCoV Menyerang, Manusia Bertahan). Ketika penulis mengabarkan tentang keberadaan Laboratorium Biomolekuler RSUD Provinsi dan menanyakan tentang peluang joint research pasca pandemi Covid-19, Prof. Inge mengatakan dengan bersemangat kepada penulis, “Bisa kita mulai langsung. ITD sudah berhasil melakukan sequencing whole genome dari enam SARS CoV-2 yang panjangnya kurang lebih 30.000 base pairs. Keenam whole genome tersebut seluruhnya berasal dari Jawa Timur. Sangat menarik sekali bila bisa melakukannya untuk sampel dari Papua Barat. Mungkin sekali ada varian-varian yang memperkaya khasanah pengetahuan virologi dunia.” Terhadap hal ini, dr. Ayi Suwarayi, M.Sc., telah mulai menjalin komunikasi dengan Prof. Inge pada tanggal 9 Juli 2020 yang lalu (klik Menimba Ilmu PCR Di Negeri Orang).

Institute of Tropical Disease (ITD), Universitas Airlangga, Surabaya.

Sejumlah peluang riset sudah terbuka di depan mata, jalan menuju percaturan dunia yang lebih global sudah dirintis. Sekarang tinggal, bagaimana kita memaknai dan bersikap terhadap setiap kesempatan yang ada. Semoga semakin jaya riset biomolekuler kedokteran dan kesehatan di Provinsi Papua Barat.

DoVic 110720-

Link Referensi:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: