Bagaimana Kriteria Keluarga Sehat Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru?

Pandemi Covid-19 harus diakui telah mengacak-acak segala rencana program dan kegiatan, termasuk di sektor kesehatan, yang telah disusun di awal tahun 2020. Program dan kegiatan lain, seolah berjalan tertatih-tatih, karena dialihkannya sumber daya, baik dana, SDM maupun sumber daya lainnya. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) adalah salah satu program kesehatan yang dijalankan oleh Puskesmas yang terdampak (klik PIS PK: Relasi dengan Isu Kesehatan Lainnya).

Walaupun, tidak seprogresif tahun-tahun yang lalu, namun dipastikan bahwa beberapa Puskesmas masih menjalankannya. Sampai dengan 21 Juli 2020, telah terinput data 2.807 keluarga di berbagai Kabupaten/Kota dengan rincian sebagai berikut: (1) Kabupaten Fakfak sebanyak 321 keluarga, (2) Kabupaten Raja Ampat sebanyak 241 keluarga, (3) Kabupaten Manokwari sebanyak 327 keluarga, (4) Kabupaten Sorong sebanyak 135 keluarga, (5) Kabupaten Tambrauw sebanyak 184 keluarga, (6) Kabupaten Maybrat sebanyak 249 keluarga dan (7) Kota Sorong sebanyak 1.350 keluarga (klik Puskesmas Percontohan: Harus Bisa!).

Menjelang dimasukinya Era New Normal (Adaptasi Kebiasaan Baru), sejumlah pertanyaan muncul terkait implementasi PIS PK ke depan. Akankah istilah “kunjungan keluarga” dalam PIS PK akan mengalami redefinisi? Akankah kunjungan langsung dan tatap muka dengan anggota keluarga serta mengobservasi lingkungan rumah bisa digantikan dengan penggunaan teknologi informasi. Di waktu sebelumnya, penggunaan teknologi informasi memang tidak asing dalam PIS PK, baik saat menginput data keluarga menggunakan android maupun untuk menjalin komunikasi lanjutan dengan keluarga untuk memantau follow up pemenuhan kedua belas indikator utama.

Pertanyaan lain yang muncul adalah apakah keluarga di Era New Normal dinyatakan sebagai Keluarga Sehat cukup hanya dengan pemenuhan dua belas indikator utama atau plus indikator tambahan? (klik Indikator Tambahan Itu Akhirnya Ditetapkan) Tidakkah perlu ditambahkan minimal satu indikator utama baru, misalnya “Setiap anggota keluarga menjalankan protokol kesehatan Era Adaptasi Kebiasaan Baru” atau indikator sejenis lainnya. Era New Normal akan memaksa keluarga untuk menjalankan budaya atau kebiasaan baru, jika ingin tetap sehat (klik New Normal: Normal Yang Berbeda Dari Sebelumnya!, Akan Collaps-kah RS Di Papua Barat Pada Era Tatanan Baru?).

Atau dilakukan penajaman terhadap beberapa indikator utama yang telah ada. Misalnya, indikator yang terkait gangguan jiwa berat diperluas menjadi mulai gangguan emosional sedang sampai berat, karena diperkirakan sebagian anggota keluarga gagal atau lambat beradaptasi dengan kebiasaan baru di Era New Normal. Lalu, indikator akses terhadap sarana air bersih, ketika berbicara tentang penggunaannya, maka itu lebih diarahkan kepada kebiasaan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Ketika, berbicara tentang indikator tuberculosis, maka lingkupnya juga diperluas dengan penggunaan masker dengan tepat dan pelaksanaan etika batuk. Jika, kelak sudah ditemukan vaksin terhadap Covid-19, barangkali hal ini juga dapat dimasukkan sebagai perluasan indikator tentang imunisasi. Tentunya, penambahan dan/atau penajaman indikator memerlukan tools tambahan, berupa pertanyaan tambahan atau langkah observasi tambahan dalam Profil Kesehatan Keluarga (Prokesga)-nya.

Jika, nanti kriteria Keluarga Sehat dalam PIS PK mengalami penyesuaian akibat Era New Normal, maka sudah harus diantisipasi adanya penurunan Indeks Keluarga Sehat (IKS) Wilayah, yang memerlukan intervensi terpadu lintas sektor sebagaimana diperlihatkan saat pandemi Covid-19 yang tercermin dari yang dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di masing-masing jenjang administrasi wilayah (klik Membalikkan Serangan 2019-nCoV Melalui Germas Hidup Sehat).

-DoVic 220720-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: